- Rapat Koordinasi Perencanaan Penganggaran Kegiatan DBHCHT Tahun 2027
- Bimbingan Teknis Hukum Kontrak bagi PPK
- Sosialisasi Penggunaan Tanda Tangan Elektronik bagi PPPK
- Rapat Koordinasi dan Evaluasi Realisasi Keuangan Tahun Anggaran 2026
- Setda Bagikan Bendera Merah Putih Bagi Masyarakat
- Pawai Karnaval dan Kirab Budaya Desa Kemiri Gebang
- Setda Raih Juara Umum Fun Games Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Penyerahan Hadiah Fun Games Memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Sekda Suranto, Dorong Pelaksanaan Progam Kegiatan Tepat Waktu
- Standar Pelayanan Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo
Pemkab Purworejo Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Cegah Potensi Karhutla Sejak Dini

Purworejo - Sebagai bentuk
penguatan sinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan
lahan di puncak musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah
VIII Provinsi Jawa Tengah dan PT. Borneo Indobara, menggelar Rapat Koordinasi
Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Karhutla Tahun 2026, yang di
berlangsung di Ruang Arahiwang, pada Kamis (16/07/2026).
Rakor dibuka secara langsung oleh
Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo Suranto ST SSos MPA, dan dihadiri oleh
jajaran Forkopimda. Adapun peserta rakor yaitu perwakilan perangkat daerah
terkait, instansi/lembaga vertikal, BUMN, BUMD serta jajaran Forkopimcam
se-Kabupaten Purworejo.
Suranto dalam sambutannya,
menekankan bahwa rakor ini hendaknya tidak sekadar menjadi forum berbagi
informasi, tetapi juga menjadi momentum untuk menyamakan langkah, memperjelas
pembagian peran, serta memastikan seluruh unsur telah siap menjalankan tugasnya
masing-masing dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.
"Sinergi antar lembaga harus
terbangun sejak tahap pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga
pemulihan apabila terjadi kejadian," tegasnya.
Suranto mendorong setiap perangkat
daerah dan instansi terkait untuk melakukan pemetaan wilayah yang memiliki
potensi kebakaran, memperkuat sistem pemantauan, memastikan kesiapan personel
dan sarana prasarana, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar tidak
melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
"Dari peran pemerintah desa,
para camat, Polosoro, relawan, dan seluruh elemen masyarakat juga sangat
penting sebagai garda terdepan dalam mendeteksi serta melaporkan secara cepat
apabila terdapat indikasi kebakaran. Semakin cepat informasi diterima, semakin
cepat pula penanganan dapat dilakukan," jelasnya.
Melalui momen ini, Suranto
berharap seluruh kesepakatan yang dihasilkan dapat segera ditindaklanjuti dalam
langkah-langkah nyata di lapangan.
"Mari kita bangun koordinasi
yang solid, komunikasi yang efektif, dan komitmen bersama, agar Kabupaten
Purworejo tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan," harapnya.



