- Desk Calon Lokasi KDKMP
- Bagian Pemerintahan, Hadiri Rakor Persiapan Tinjauan Penghapusan Aset Desa
- Pemkab Purworejo Dorong Sinergi Penanganan Jalur Mudik 2026
- Jelang Arus Mudik, Bagian Adbang Gelar Rakor Kesiapan Penanganan Jalur Mudik 2026
- Apel Perdana Bulan Maret, Percepatan Pengisian E Kinerja
- Tarhim Desa Puspo, Sekda Suranto Dorong Kebersamaan Masyarakat
- Sosialisasi Penggantian Biaya Pensertipikatan Rumah Sub Inti
- Rapat Koordinasi Khusus Pembahasan Aset Tanah Pemerintah Kabupaten Purworejo di Desa Purwodadi
- Rapat Koordinasi Hasil Sementara Evaluasi Reformasi Birokrasi Tahun 2025
- Rapat Koordinasi Tim Verifikasi dan Evaluasi Data Penghuni Rumah Sub Inti Kelurahan Katerban Kecamatan Kutoarjo
Penyusunan Rencana Aksi RB Tema Hilirisasi

Keterangan Gambar : Bagian Organisasi
Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Rencana Aksi RB Tema Hilirisasi pada hari Senin, 15 September 2025. Kegiatan diselenggarakan mulai sekitar pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai di Ruang Rapat Asisten Perekonomian dan Pembangunan. RB Tematik diarahkan untuk menyelesaikan akar permasalahan tata kelola di sektor-sektor prioritas sehingga berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Tema RB Tematik pada periode 2025–2029 meliputi Pengentasan Kemiskinan, Peningkatan Investasi, Mendorong hilirisasi, Mendukung Ketahanan Pangan, Mendorong Peningkatan Akses dan Mutu Layanan Kesehatan, Mendorong Peningkatan Akses, Kualitas dan Mutu Pendidikan. Tema RB Mendorong Hilirisasi diarahkan pada penguatan tata di kelola dan kolaborasi antarlembaga dan daerah dalam mendukung transformasi ekonomi dalam rangka meningkatkan nilai tambah ekonomi dari produk dalam negeri. Birokrasi diharapkan berperan sebagai katalisator utama dalam menciptakan nilai tambah ekonomi membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri pasar global. RB Mendorong Hilirisasi diarahkan untuk mendorong transformasi ekonomi melalui peningkatan nilai tambah komoditas strategis dalam negeri. Indikator dampak yang diharapkan mencakup rasio ekspor produk olahan terhadap bahan mentah, kontribusi PDB sektor industri pengolahan, penyerapan tenaga kerja di sektor hilir, dan realisasi investasi hilirisasi. Bentuk intervensi yang dapat dilakukan antara lain adalah penyederhanaan perizinan di sektor hilirisasi, insentif fiskal dan nonfiskal untuk industri pengolahan, penguatan kolaborasi regulasi antarinstansi emerita, penguatan kolaborasi regulasi antar instansi pemerintah, peningkatan efisiensi logistik dan infrastruktur pendukung hilirisasi, pembangunan atau pengembangan kawasan sentra produksi pertanian terpadu berbasis komoditas lokal (misalnya jagung, padi, kedelai, dan singkong) yang diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan diversifikasi pangan, serta skema insentif fiskal bagi investor industri pengolahan pangan lokal yang diharapkan dapat meningkatkan nilai investasi.


