- Monev Pembangunan Jalan di Bruno
- Rakor Verifikasi dan Validasi KDMP
- Penilaian Arsip Usul Musnah
- Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Hadiri Ground Breaking Pengerukan Sedimentasi Bendung Boro
- Bimbingan Teknis Aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM)
- Pembahasan Evaluasi Naskah Perda Nomor 10 Tahun 2021
- Pejabat Serta Pelaksana Lingkup Setda Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila
- Sekda Purworejo Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
- Persiapan Pelaksanaan Sosialisasi Optimalisasi CMS Desa
- Launching Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi Anggota BPD
Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Perlindungan Perempuan dan Anak

Keterangan Gambar : Prokopim
Asisten Pemerintahan dan Kesra
Ahmad Jainudin SIP MM dampingi Bupati Purworejo saat membuka kegiatan
Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Perlindungan Perempuan dan Anak
dengan tema “Mewujudkan Kecamatan Berdaya Kabupaten Purworejo Tahun 2025”, yang
digelar Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan,
Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3APMD) di Pendopo Agung
Kabupaten Purworejo pada Kamis (2/10/2025).
Acara yang diikuti oleh Camat,
Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas, serta Kepala Sekolah SMP dan SMA
sederajat se-Kabupaten Purworejo ini bertujuan menyatukan langkah dalam
memberikan jaminan perlindungan yang sistematis, cepat, dan konsisten bagi
perempuan dan anak.
Bupati juga menekankan bahwa
melalui SOP Perlindungan Perempuan dan Anak ini, diharapkan penanganan kasus
dapat berlangsung secara cepat, tepat, terkoordinasi, dan konsisten. Selain
itu, SOP akan menjadi panduan bagi semua pelaksana di lapangan untuk meminimalkan
risiko kesalahan dalam memberikan perlindungan.
Sementara itu, Kepala DP3APMD
Kabupaten Purworejo, Laksana Sakti, AP., M.Si., menjelaskan bahwa upaya
perlindungan tersebut diwujudkan melalui konsep Kecamatan Berdaya.
“Kecamatan Berdaya artinya
menyatukan komitmen dan sumber daya pemerintah desa, masyarakat, dan
stakeholder untuk melindungi hak perempuan, anak, serta disabilitas. Termasuk
juga memberdayakan ekonomi perempuan dan anak muda kreatif agar terwujud
pembangunan yang adil dan berkelanjutan,” ungkapnya.



