- Bimtek SDM Pengurus dan Takmir Masjid, Mushola, serta Pengurus Pondok Pesantren se-Kabupaten Purworejo
- Resik-Resik Goa Seplawan
- Pandan Ketan Unik 2026, Pembaruan Digitalisasi Layanan Keprotokolan
- Pembekalan Kontingen Porprov XVII
- Kenal Pamit Kapolres dan Wakapolres Purworejo
- Penyerahan Penghargaan Bagi 139 DDS
- Baznas Purworejo Salurkan Bantuan Sosial
- ProASN Tahun 2026 bagi PNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo
- CKG Bagi Pengemudi Angkutan dan Jukir
- Pemkab Purworejo Apresiasi Atlet Pelajar Berprestasi
Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pembinaan Pengolahan Sampah

Keterangan Gambar : Bagian Administrasi Pembangunan
Timbulan sampah di Kabupaten
Purworejo pada tahun 2024 sebesar 323,12 ton per hari sedangkan sampah yang
masuk di TPA Jetis sebesar 70-80 ton per hari. Kondisi TPA Jetis saat ini sudah
overload, sehingga direncanakan untuk perluasan TPA yang akan dimulai sejak
tahun 2026. Pada tahun 2024 sampah terkelola di Kabupaten Purworejo sebesar
46,65 persen, sedangkan sisanya sebesar 53,35 persen belum terkelola (terbuang
ke lingkungan). Untuk mendukung target nasional pada tahun 2025 sebesar 51,20
persen, maka Pemerintah Kabupaten Purworejo perlu melaksanakan. Langkah-langkah
yang dibahas pada rapat ini, diantaranya menerapkan peraturan
perundangan-undangan dan kebijakan terkait.
persampahan secara konsisten,
melaksanakan monitoring, pemantauan, pendampingan, pembinaan secara intensif,
terjadwal dan berkelanjutan, mengkaji dan mengusulkan efektivitas dan
optimalisasi Unit Pelaksana Teknis Persampahan TPA (Tempat Pemrosesan Sampah),
menyiapkan untuk penerapan TPA menjadi LUR (Lahan Urug Residu) sesuai dengan
RPJMN 2025-2029, mengembangkan kolaborasi peningkatan kapasitas dengan
pihak-pihak, pengembangan SDM (Pemerintah-Akademisi-Komunitas), dan sebagainya.
Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pembinaan Pengolahan Sampah diselenggarakan pada
hari Senin, 8 September 2025 mulai sekitar pukul 13.00 WIB, bertempat di Ruang
Rapat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda. Diadakakannya rapat
koordinasi ini terutama dalam rangka persiapan penilaian Adipura Tahun 2025.



