- Plt Kabag Prokopim, Hadiri Upacara Hardiknas di SMK Nurussalaf
- Pimpin Apel, Asisten Administrasi dan Umum Dorong Kinerja Setda
- Hardiknas 2026 Kabupaten Purworejo
- Hari Buruh Internasional 2026 Kabupaten Purworejo
- Sosialisasi Survei Kesiapan Pelaksanaan Evaluasi SAKIP Berbasis AI pada Instansi Pemerintah
- Rapat Koordinasi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah
- Rapat Koordinasi dalam Rangka Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah
- Rapat terkait Permohonan Bantuan Pengadaan/Penyambungan Jaringan Listrik oleh Yayasan DPYP
- Penyampaian Surat Pembatalan Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan antara Pemerintah Kabupaten Purworejo dan PT Mahardika Adidaya
- 40 Warung Z-Mart DIresmikan, Wujudkan Kemandirian Ekonomi Umat
Pemkot Pangkalpinang Study Tiru Terkait UHC Ke Pemkab Purworejo

Keterangan Gambar : Prokopim
Pemerintah Kota Pangkalpinang melakukan studi tiru di Kabupaten Purworejo, Jum’at (28/11/2025) terkait Universal Health Coverage (UHC) atau Cakupan Kesehatan Semesta. Rombongan yang dipimpin oleh Kepala Dinkes Kependudukan dan KB, Rurtam SKM ini, diterima oleh Asisten Administrasi dan Umum Setda, Budi Wibowo SSos Msi di Ruang Bagelen Kompeks Kantor Bupati Purworejo.
Untuk diketehui, UHC adalah sistem penjaminan kesehatan yang bertujuan memastikan setiap penduduk memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu tanpa mengalami kesulitan finansial. Program UHC ini diwujudkan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.
Kepala Dinkes Kependudukan dan KB, Rurtam SKM menjelsakan, pihaknya melakukan kegiatan studi tiru ke Pamkab Purworejo untuk belajar tentang UHC. Selain itu juga pihaknya ingin belajar tentang inovasi apa saja yang sudah dilakukan Pemkab Purworejo.
“Kami ingin belajar dua hal, pertama terkait bagaimana kiat Pemkab Purworejo untuk bisa mencapai Universal Health Coverage (UHC). Dengan banyaknya area pertanian dan tidak terlalu banyak perusahaan tentunya beban yang ditanggung oleh pemerintah untuk iuran warganya besar,” terang Rustam.
Dirinya menilai apa yang sudah dilakukan Pemkab Purworejo merupakan hal yang luar bisa, sehingga berhasil mencapai UHC, apalagi sudah yang prioritas. Jika UHC Prioritas, artinya jika ada yang belum terdaftar bisa langsung mendaftar dan bisa langsung aktif. Dikatakan Rustam bahwa, Kota Pangkalpinang saat ini masih 97% terkait cakupan UHC.
“Ini merupakan hal yang luar bisa sehingga berhasil
mencapai UHC, apalagi sudah yang prioritas, sehingga jika ada yang belum
terdaftar bisa langsung mendaftar dan bisa langsung aktif. Sedangkan Kota
Pangkalpinang masih 97%,” tuturnya.
“Kedua, kami ingin belajar inovasi apa saja yang sudah
dilakukan Pemkab Purworejo, terutama dibidang kesehatan. Yang barang kai bisa
kita terapkan di Pemerintah Kota Pangkalpinang,” imbuhnya.
Sementara itu, Asisten Administrasi dan Umum Setda, Budi Wibowo SSos MSi menyambut baik dan mengucapkan selamat datang kepada jajaran Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Dikatakan bahwa Pemkab Purworejo memang memilik kekhasan terkait penanganan masalah-masalah kesehatan. Memang dibutuhkan strategi bagaimana kita bisa melayani penduduk kita terkait kesehatan. Hal ini tentunya sesuai dengan yang sudah disampakan oelh Presiden Prabowo, yang sudah menyapaikan agar semua masyarakat harus terlayani kesehatannya. Sehingga bagaimana caranya agar tidak ada masyarakat yang tidak terlayani.
Dalam Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati, kesehatan masyarakat juga menjadi prioritas yang diwujudkan dalam beberapa program unggulan. Pemkab Purworejo terus melakukan pembaharuan terkait data-data kepesertaan JKN. Saat ini keaktifan sudah mencapai 80 persen.
“Terkait pembiayaan, Pemkab Purworejo telah menyiapkan
angaran sebesar 45 miliar. Selain itu, Pemkab juga meminta untuk rekan-rekan di
Rumah Sakit untuk membantu terkait CSR. Jadi Rumah Sakit wajib mengeluarkan CSR
nya untuk mengcover sebagian kepesertaan ini,” terang Budi.



