Pemkab Purworejo Terapkan PPKM Di Sejumlah Bidang

Pemerintah Kabupaten Purworejo akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di bidang perhubungan, pedagangan, ketenagakerjaan, pariwisata, kegiatan sosial budaya dan keagamaan. Langkah tersebut merupakan upaya mendukng kebijakan Gubernur Jawa Tengah tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dan Antisipasi Kasus Covid-19 di Jawa Tengah.

 

Hal itu terungkap dalam rapat penyusunan regulasi terkait PPKM, di ruang rapat Assiten Administrasi dan Kesra, Selasa (12/01/2020). Rapat dipimpin Asisten III Drs Pram Prasetya Ahmad MM, diikuti sejumlah OPD terkait.

Asisten III menjelaskan, terdapat 26 Kabupaten Kota yang sudah menerapkan PSBB. “Meski Purworejo tidak PSBB, namun angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Purworejo cukup tinggi yakni 1 banding 9,” katanya.

Dalam rangka mengantisipasi kasus baru dan guna pengendalian penyebaran Covid-19 di Kabupaten Purworejo, maka akan dilakukan sejumlah langkah. Antara lain seluruh Rumah Sakit di Kabupaten Purworejo  untuk menerapkan tata laksana Covid-19 sesuai pedoman yang berlaku secara lebih ketat.

Satpol PP, TNI, Polri dan Perangkat Daerah /Instansi terkait, untuk melakukan penguatan protokol Kesehatan berupa operasi kedisiplinan/yustisi, dan meningkatkan konsistensi masyarakat dalam menjalankan menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan (3M), dan testing, tracing, dan treatment (3T) secara tepat sasaran.

Sekolah di bawah Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga maupun Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purworejo, untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan protokol Kesehatan dan pengawasan yang ketat. Instansi Vertikal, BUMN, BUMD dan pengusaha untuk membatasi tempat kerja perkantoran dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebanyak 75% dan Work From Office (WFO) sebanyak 25% dengan memberlakukan protokol Kesehatan secara lebih ketat.