Masih Pandemi, Pengajian Selapanan Dilakukan Dengan Protokol Kesehatan Ketat

Selasa (5/1/2021) telah dimulai kembali rangkaian pengajian rutin selapanan malam Rabu Pahing, di pendopo rumah dinas Bupati Purworejo. Acara ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol  kesehatan yang ketat, dengan peserta yang hadir dibatasi sebanyak 50 orang dan duduk dengan  jaga jarak.

Hadir mewakili  Bupati Purworejo dalam acara tersebut, Asisten Administrasi & Kesra Drs Pram Prasetya Achmad MM. Hadir pula Camat Purworejo Sudaryono SSos, Kabag Humas Protokol Setda  Rita Purnama SSTP MM, dan Lurah Purworejo Adi Pawoko SSTP Msi. Acara diawali dengan pemberian santunan dari Baznas  kepada 50 penerima santunan.

Bupati Purworejo dalam sambutan yang dibacakan Drs Pram Prasetya Ahmad MM mengatakan, pada awal tahun 2021 ini kita bisa bersilaturahmi dalam pengajian umum yang sekarang ini dikemas menjadi pengajian khusus, mengingat masih dalam suasana pandemi-19. “Kekhususan pengajian ini, karena yang hadir secara langsung di pendopo jumlahnya dibatasi, hanya mereka yang menerima santunan,” ungkapnya.

Dikatakan bahwa di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir hingga tahun baru 2021 ini, intensitas kegiatan sosial kegamaan utamanya yang mengumpulkan banyak orang memang harus dilakukan secara selektif.  “Kalaupun harus berkumpul seperti pengajian pada malam hari ini, jumlahnya harus dibatasi dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat  yakni wajib pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak antar individu,” katanya.

Bupati juga berharap adanya pandemi  ini tidak menghalangi  kita untuk saling bersilaturahim. Karena dengan adanya kemajuan teknologi  terdapat berbagai inovasi yang dapat menjadi sarana untuk bersilaturahim, salah satunya dengan pengajian virtual yang tidak mengharuskan bertatap muka.

Kyai Mustakim.dalam ceramahnya mengingatkan umat agar tak lupa selalu bersyukur walaupun saat ini dunia masih dalam situasi pandemi Covid 19.  “Sebagai umat Islam kita harus menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama, sikap gotong royong sangat diperlukan saat situasi pandemic, misalnya dengan melaksanakan jogo tonggo jika ada tetangga kita yang terinfeksi Covid-19,” tandasnya.