Online User

Kami memiliki 12 Tamu online

Jumlah Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday86
mod_vvisit_counterYesterday104
mod_vvisit_counterThis week287
mod_vvisit_counterThis month2926
mod_vvisit_counterAll135995
Rawan Bencana, Wakil Bupati Minta Masyarakat Purworejo Selalu Waspada PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo   
Rabu, 15 Juni 2022 14:57

Guna mengurangi dampak bencana, Pemerintah Daerah mengadakan Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan Tahun 2022 dengan tema Sosialisasi Penanggulangan Bencana di Kecamatan Kemiri, Selasa (14/06/2022) di Pendopo Kecamatan Kemiri.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH, Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Bambang Susilo, Ka Dinsosdaldukkb Ahmat Jaenudin SIP MM, Kepala Pelaksana BPBD Budi Wibowo SSos MSi, Kabag Pemerintahan Setda Sudaryono SSos, Forkopimcam Kemiri, Perwakilan KUA Kemiri, dan unsur terkait lainnya.

 

Dalam sambutannya Wakil Bupati mengatakan di wilayah Kabupaten Purworejo terdiri dari dataran, pegunungan, perbukitan, dan pantai memungkinkan terjadinya berbagai jenis ancaman serta memiliki potensi bencana yang tinggi. Di Kecamatan Kemiri merupakan wilayah dataran tinggi dan dataran rendah, terdapat 15 desa yang rawan longsor, 6 desa rawan banjir, dan ada 4 desa yang rawan kekeringan.

“Untuk itu saya Pemerintah Kecamatan Kemiri bersama pemdes dan seluruh komponen masyarakat harus bahu-membahu mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadinya bencana,” harapnya.

Menurut Wakil Bupati, berdasarkan perhitungan BNPB tentang Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Tahun 2020, indeks resiko bencana Kabupaten Purworejo menempati urutan ke 115 tingkat Nasional dan peringkat 4 tingkat Provinsi Jawa Tengah, dengan kelas risiko tinggi.

“Pengetahuan dan pemahaman mengenai kebencanaan dan penanggulangannya harus dimiliki setiap individu, mengingat Kabupaten Purworejo merupakan daerah yang memiliki rawan bencana. Untuk itu harus diwaspadai dengan mengetahui potensi bencana yang terdapat di daerah tempat tinggal,” tandasnya.

Dalam kesempatan lain, Kalak BPBD Kabupaten Purworejo mengungkapkan sembilan potensi ancaman bencana di Kabupaten Purworejo. Ancaman bencana itu meliputi tanah longsor, banjir, cuaca ekstrim, kekeringan, kebakaran hutan/lahan, gempa bumi, tsunami, gunung api, dan pandemi.

Sementara Ka Dinsosdaldukkb menyampaikan bahwa jenis bencana yang ditangani oleh bidang sosial pada saat dan setelah masa tanggap darurat bencana adalah korban bencana alam dan korban bencana sosial. Dimana peran Dinsosdaldukkb adalah memastikan pelaksanaan standar pelayanan, mendirikan dapur umum, menjaga stok logistik serta mendampingi sosial kemasyarakatan.

Terakhir diperbarui pada Rabu, 15 Juni 2022 15:32
 

Berita Pilihan

Bulan Dana PMI Targetkan Rp 1 M

Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purworejo Tahun 2020 ditargetkan mampu menghimpun dana sebanyak Rp1 miliar. Meski masih dalam situasi keterbatasan akibat pandemic Covid-19, Panitia Bulan Dana yang diketuai oleh Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito SIK SH MSi, meminta kepada seluruh elemen masyarakat, pemerintah, serta swasta, dapat turut mendukung tercapainya target tersebut.

Hakcipta © 2022 Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo. Semua Hak Dilindungi.
Joomla! adalah perangkat lunak gratis yang dirilis dibawah lisensi GNU/GPL.

Joomla Templates by Hosting Beast